Laporan Pemeriksaan Logam Berat Timbal dan Arsen
MATA
KULIAH : PEMERIKSAAN MAKANAN dan
MINUMAN
DOSEN :
Khiki Purnawati Kasim. SST., M.Kes
LAPORAN
PEMERIKSAAN TIMBAL (pb) DAN ARSEN (Ar) PADA MAKANAN
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENTERIAN
KESEHATAN
MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI
D-IV
T.A
2017/2018
PEMERIKSAAN TIMBAL (pb) DAN ARSEN (Ar)
A. DASAR TEORI
Timbal
(pb) merupakansalahsatulogamberat yang seringjuga di
sebutdenganistilahtimahhitam. Timahmemilikintitiklebur yangrendahmudah di bentukmemilikisifat-sifatkimia
yang aktifsehingga bias digunakanuntukmelapisilogam agar tidaktimbulperkaratan.
Timbaladalahlogam yang
lunakberwarnaabu-abukebiruanmengkilatdanmemilikibilanganoksidasi +2
Timbalmempunyainomor atom 82 denganberat
atom 207,20. Titiklelehtimbaladalah 1740oC danmemilikimassajenis
11,34 g/m3.Palar (1994) mengungkapkanbahwalogampbpadasuhu 500-600oCdapat
menguapdanmembentukoksigen di udaradalambentuktimbaloksida (pb0).
Arsen (As)
adalah salah satu logam toksik yang sering diklasifikasikan sebagai logam,
Tetapi lebih bersifat nonlogam. Tidak seperti logam lain yang membentuk kation,
Arsen (As) dialam berbentuk anion, seperti H2AsO4 (Ismunandar,
2004). Arsen (As) tidak rusak oleh lingkungan, hanya berpindah menuju air atau
tanah yang dibawa oleh debu, hujan, atau awan. Beberapa senyawa Arsen (As)
tidak bisa larut di perairan dan akhirnya akan mengendap di sedimen. Senyawa
arsen pada awalnya digunakan sebagai pestisida dan hibrisida, sebelum senyawa
organic ditemukan, dan sebagai pengawet kayu (Copper Chromated Arsenic (CCA)).
Arsen (As) dialam ditemukan berupa mineral, antara lain arsenopirit, nikolit,
orpiment, enargit, dan lain-lain. Demi keperluan industry mineral, Arsen (As)
dipanaskan terlebih dahulu sehingga As berkondensasi menjadi bentuk padat.
Arsen (As) berasal dari kerak bumi yang bila dilepaskan ke udara sebagai hasil
sampingan dari aktivitas peleburuan bijih baruan, Arsen (As) dalam tanah berupa
bijih, yaitu arsenopirit dan orpiment, yang pada akhirnya bisa mencemari air
tanah. Arsen (As) merupakan unsur kerak bumi yang berjumah besar, yaitu
menempati urutan keduapuluh dari unsure kerak bumi, sehingga sangat besar
kemungkinannya mencemari air tanah dan air minum. Jutaan manusia bisa terpapar
Arsen (As), seperti yang pernah terjadi di Bangladesh, India, Cina. Semua
batuan mengandung Arsen (As) 1-5 ppm. Kosentrasi yang lebih tinggi ditemukan
pada batuan beku dan sedimen. Tanah hasil pelapukan batuan biasanya mengandung
Arsen (As) sebesar 0,1–40 ppm dengan rata-rata 5-6 ppm.
B.
TUJUAN
1.
Untukmengetahuikadartimbal
yang terdapatpadakuepukis di Lelongpaotere.
2.
Untukmengetahuikadararsen yang
terdapatpadaudang di Lelongpaotere.
C.
ALAT DAN BAHAN
·
Alat:
1. Timbangan
2. Labu
erlenmeyer
3. Gelas
ukur 50 ml
4. Spectroquant
5. Kuvet
6. Lumpang
dan alu
7. Botol
arsenic test
8. Gelas
ukur 10 ml
9. Botol
sampel
·
Bahan:
1. Cairan
pb
2. AS1
& AS2
3. Aquadest
4. Sampel
5. Kertas
strip arsen
D. PROSEDUR
KERJA
1.
Timbang sampel udang
dan pukis sebanyak 10 gr.
2. Setelah
itu masukkan masing-masing sampel ke dalam lumpang danhaluskan sambil tambahkan
50 ml aquadest sedikit demi sedikit.
3. Setelah
ke dua sampel hancur masukkan masing-masing sampel ke dalamgelas ukur ukuran 80
ml sampai garis 50 ml.
4. Lalu
pindahkan lagi ke dua sampel ke dalam gelas sampel ukuran 10 ml sampai garis 5
ml.
5. Sampel
pukis yang telah dipindahkan ke dalam gelas sampel kita ukur kadar timbalnya
(pb), sebelum mengukur, kita tambahkan cairan reagen sebanyak 3 tetes,
selanjutnya pindahkan sampel ke dalam kuvet dan pastikan kuvet kering, ukur
kadar timbalnya menggunakan Spectroquant, tunggu dan catat hasilnya.
6. Setelah
mengukur kadar timbal (pb) sampel pukis, selanjutnya kita ukur kadar arsen (Ar)
sampel udang.
7. Masukkan
sampel udang sebanyak 5 ml ke dalam gelas sampel 10 ml, selanjutnya pindahkan
ke dalam botol Arsenic Test dan tambahkan cairan AS1 dan AS2 masing-masing 1 ml
ke dalam sampel udang dan homogenkan setelah itu masukkan kertas Strip Arsen
dan tunggu selama 20 menit, tunggu dan catat hasilnya.
E.
METODE PRAKTIKUM
1.
SPEKTROFOTOMETRI
Spektrofotometri
merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk
menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yang
didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. Peralatan yang digunakan
dalam spektrofotometri disebut spektrofotometer. Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya visibel, UV dan
inframerah, sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun yang lebih
berperan adalah elektron valensi.
Sinar
atau cahaya yang berasal dari sumber tertentu disebut juga sebagai radiasi
elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik yang dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari adalah cahaya matahari.
Dalam
interaksi materi dengan cahaya atau radiasi elektromagnetik, radiasi
elektromagnetik kemungkinanan dihamburkan, diabsorbsi atau dihamburkan sehingga
dikenal adanya spektroskopi hamburan, spektroskopi absorbsi ataupun
spektroskopi emisi.
Pengertian
spektroskopi dan spektrofotometri pada dasarnya sama yaitu di dasarkan pada
interaksi antara materi dengan radiasi elektromagnetik. Namun pengertian
spektrofotometri lebih spesifik atau pengertiannya lebih sempit karena
ditunjukan pada interaksi antara materi dengan cahaya (baik yang dilihat maupun
tidak terlihat). Sedangkan pengertian spektroskopi lebih luas misalnya cahaya
maupun medan magnet termasuk gelombang elektromagnetik.
Radiasi
elektromagnetik memiliki sifat ganda yang disebut sebagai sifat dualistik
cahaya yaitu:
1)
Sebagai gelombang
2)
Sebagai partikel-partikel energi yang disebut foton.
Karena
sifat tersebut maka beberapa parameter perlu diketahui misalnya panjang
gelombang, frekuensi dan energi tiap foton. Panjang gelombang (l) didefinisikan
sebagai jarak antara dua puncak.
Faktor-faktor yang sering menyebabkan
kesalahan dalammenggunakan spektrofotometer dalam mengukur konsentrasi suatu
analit:
1.
Adanya serapan oleh pelarut. Hal ini dapat diatasi dengan
penggunaan blangko, yaitu larutan yang berisi selain komponen yang akan
dianalisis termasuk zat pembentuk warna.
2.
Serapan oleh kuvet. Kuvet yang ada biasanya dari bahan gelas
atau kuarsa, namun kuvet dari kuarsa memiliki kualitas yang lebih baik.
3.
Kesalahan fotometrik normal pada pengukuran dengan
absorbansi sangat rendah atau sangat tinggi, hal ini dapat diatur dengan
pengaturan konsentrasi, sesuai dengan kisaran sensitivitas dari alat yang
digunakan (melalui pengenceran atau pemekatan).Spektrum UV, VIS, UV-VIS dan IR
Data-data yang dikeluarkan oleh UV atau VIS dapat berupa
absorbansi atau transmitansi yang langsung dibaca pada spektrofotometer. Namun
untuk UV, VIS, UV-VIS dan IR data yang dikeluarkan dapat berupa spektrum jika
telah dihubungkan dengan komputer.
Spektrum yang dikeluarkan oleh UV, VIS dan UV-VIS berupa
pita yang lebar sedangkan pada pita yang dikeluarkan oleh IR berupa garis atau
puncak tajam.
Pita melebar dari UV-VIS disebabkan karena energi yang
dimiliki selain menyebabkan transisi elektronik terjadi pula rotasi dan vibrasi
elektron dalam molekul. Sedangkan pada IR hanya terjadi vibrasi elektron maka
spektrum yang dihasilkan berupa garis atau puncak tajam. Selain pada IR, spektrum berupa garis dapat terjadi pula
pada spektroskopi NMR karena hanya terjadi rotasi elektron.
Spektrum yang dihasilkan dari setiap spektroskopi berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Para kimiawan spektrum UV, VIS maupun IR dapat dibedakan
dengan mudah. Spektrum yang dihasilkan oleh UV, VIS dan UV-VIS tidak berbeda
jauh namun sangat sangat berbeda bila dibanding spektrum IR.
2. KOLORIMETRI
Kolorimetri
adalah suatu metoda analisis kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan
warna antara larutan sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber
cahaya polikromatis dengan detektor mata.
Persyaratan
larutan yang harus dipenuhi untuk absorbsi sinar tampak adalah larutan harus
berwarna. Oleh karena itu metoda spektroskopi sinar tampak disebut juga dengan
metoda kolorimetri dan alatnya disebut dengan kolorimeter. Kolorimeter
didasarkan pada perubahan warna larutan yang sebanding dengan perubahan
konsentrasi komponen pembentuk larutan. Oleh karena itu aspek kuantitatif
merupakan tujuan pengukuran dengan metoda ini. Contohnya adalah larutan nitrit
dibuat berwarna dengan pereaksi sulfanila-mida dan N-(1-naftil)-etilendiamin.
Prinsip dasar dari metoda kolorimetri visual adalah tercapainya kesamaan warna
bila jumlah molekul penyerap yang dilewati sinar pada ke dua sisi larutan
persis sama. Metoda ini dapat diterapkan untuk penentuan komponen zat warna
ataupun komponen yang belum bewarna, namun dengan menggunakan reagen pewarna
yang sesuai dapat menghasilkan senyawa bewarna yang merupakan fungsi dari
kandungan komponennya. Jika telah tercapai kesamaan warna berarti jumlah
molekul zat penyerap yang dilewati sinar pada kedua sisi tersebut telah sama
dan ini dijadikan dasar perhitungan.
Syarat
pewarnaan ini antara lain :
1. Warna yang
terbentuk harus stabil.
2. Reaksi
pewarnaan harus selektif.
3. Larutan
harus transparan.
4. Kesensitifannya
tinggi.
5. Ketepatan
ulang tinggi.
6. Warna yang
terbentuk harus merupakan fungsi dari konsentrasi.
Cara analisis ini merupakan bahwa
tua atau mudanya suatu warna larutan zat atau senyawaan tergantung pada
kepekatannya. Dalam visual kolorimetri biasanya dipakai cahaya putih dari matahari
atau cahaya lampu biasa dan biasanya dipakai alat-alat pembanding yang
sederhana yang disebut dengan color comparator atau pembanding warna. Bila
sebagai pengganti ketajaman mata kita diganti dengan suatu photoelectric
detektor maka alat itu disebut kolorimeter photoelectric.
Metoda kolorimetri terbagi atas 2
bagian yaitu :
1. Metoda
kolorimetri visual : Menggunakan mata sebagai detektornya.
2. Metoda
fotometri : Menggunakan fotosel sebagai detektornya.
F. HASIL
A. Pukis
Namapengambil : Dian Indah Pratiwi
Tempat :
Lelongpoaotere
Waktu : 16 : 50 Wita
Tanggal : 02 April 2017
Lokasi : Pinggirjalan
(sebelumlelong)
Tujuan : Pemeriksaankadartimbal (pb)
1,024/1000
mg/l
= 1,024 × 5
= 5,120 mg/l
Jadi, hasil yang
diperoleh dari pemeriksaan kadar timbal (pb) pada kue pukis di lelongpaotereadalah 5,120 mg/l
B. Udang
Namapengambil : Dian Indah Pratiwi
Tempat : Lelongpaotere
Waktu : 16 : 00 Wita
Tanggal : 02 April 2017
Lokasi : Didalamlelong
Tujuan : pemeriksaankadararsen (Ar)
Hasil : 0
Dari hasil
yang diperolehpadapemeriksaankadartimbal (pb) untukudangdiberolehadalah 0mg/l
G. ANALISA HASIL
Berdasarkan
hasil yang diperoleh, kami dapat menganalisa hasilnya, yaitu ke dua sampel
masing-masing harus di timbang sebanyak 10 ml, kemudian ke dua sampel di
haluskan dengan lumpang dan alu dan masing-masing ditambahkan aquadest sebanyak
50ml. Tuangkan sedikit demi sedikit ke dalam masing-masing sampel hingga
aquadest dan sampelnya tercampur rata, setelah tercampur rata, masukkan
masing-masing sampel tersebut ke dalam gelas ukur 80 ml hingga mencapai garis
50 ml, kemudian pindahkan lagi ke dalam gelas sampel 10 ml hingga mencapai
garis 5 ml.
Masukkan cairan
reagen pada sampel pukis sebanyak 3 tetes, cairan reagen digunakan untuk
mengetahui kadar timbal pada sampel. Masukkan sampel kue pukis kedalam kuvet,
pastikan kuvet tersebut kering agar pb yang berasal dari tangan kita tidak ikut
terdeteksi dan hasilnya juga akurat, setelah itu masukkan ke dalam spectroquant
untuk mengukur timbal pada kue pukis, tunggu sampai hasilnya muncul dan tulis.
Setelah
pemeriksaan timbal pada kue pukis, selanjut kita akan melanjutkan pemeriksaan
arsen pada udang, sampel udang yang telah halus kita masukkan ke dalam botol
arsenic test dan tambahkan AS1 dan AS2 sebanyak 1 ml lalu homogenkan, setelah
dihomogenkan masukkan kertas arsenic tes ke dalam botol, tapi tidak sampai
menyentuh sampel dan biarkan kertas sedikit keluar pada ujung botol, tunggu
hingga 20 menit, setelah hasil keluar kita tulis.
H.
KESIMPULAN
Berdasarkanhasil
dan analisa hasil yang kami dapatkan,kami
mendapatkan sebanyak 5,120
mg/l timbal(pb) pada kue pukis, menurut SNI 7387:2009 kue pukis tidak memenuhi
standar batas maksimum cemaran timbal (pb) dalam pangan, karna batas
maksimumnya, yaitu 0,5 mg/l, sedangkan hasil arsen (Ar) pada udang, yaitu 0
mg/l dan itu memenuhi batas maksimum cemaran arsen (Ar) dalam pangan, karna
batas maksimumnya, yaitu 1,0 mg/l.
DAFTAR
PUSTAKA
http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri.html
(diakses, 05 April 2017)
http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/spektrofotometri.html
(diakses, 05 April 2017)
http://seulanga23.blogspot.co.id/2013/12/makalah-logam-timbal-pb.html
(diakses, 04 April 2017)
http://tralalaikrima.blogspot.co.id/2012/04/makalah-toksikologi-arsen-as.html
(diakses, 04 April 2017)


Laporannya kerennn. Tingkatkan!!!;)
BalasHapuslaporannya bagus mantapppp!!!!!!
BalasHapusSangat referentif , tengkyu pak ketua
BalasHapusPerhatikan kaidah penulisan Daftar Pustaka sesuai institusi,analisa perlu lebih spesifik....
BalasHapus